Kamis, 31 Januari 2013

Sejarah Panjang Fitnah terhadap PKS


 Jumat, 01 Februari 2013 | 08.00

Kalau mau jujur, sepanjang usia PKS ikut dikancah politik pada 1999 sudah lima kali mendapat fitnah besar. Namun tak satupun fitnah besar itu diiringi bukti, kecuali hanya upaya membangun citra negatif.

Hasilnya ranking PKS terus melesat dari peringkat 16 pada 1999, naik keranking ke-7 pada 2004 dan melesat ke ranking ke-4 pada 2009. Artinya, fitnah yang gencar dilakukan orang-orang yang tak suka partai Islam berjaya berbanding terbalik dengan naiknya dukungan terhadap partai Islam ini.

Kelima isu pertama sudah nyata-nyata tak terbukti, bahkan ada yang lewat pengadilan dan berujung bebas murni. Apa saja fitnah-fitnah besar itu?

Pertama, pada tahun 2000 Hidayat Nur Wahid lewat Yayasan Haramainnya sempet dituding teroris, karena dikaitkan dengan Al Qaeda. Bahkan Dubes AS waktu itu Lin Pasque mengonfirmasi langsung, tapi semua tak terbukti.

Karena Yayasan Haramain HNW tak ada hubungan dengan gerakan Al Haramain di Saudi yang memang terkait dengan Al Qaeda. Malahan Lin Pasque apresiasi HNW dan PKS.

Kedua, Soeripto saat jadi Sekjen Dephut dituding melakukan mark up pembelian helikopter untuk mengatasi kebakaran hutan.

Setelah melewati sidang yang lama dan melelahkan, hasilnya tidak terbukti dan bebas murni.

Ketiga, Wakil Bupati Bogor Ahmad Ru'yat dituding menggunakan dana APBD. Diproses sidang sebagai terdakwa, bahkan sempat disel, ternyata di pengadilan keluar putusan inkrah bebas murni.

Keempat, Akhmad Misbakhun dituding Andi Arief melakukan ekspor fiktif lewat LC fiktif. Setelah jadi terdakwa, dipenjara, proses hukum tertinggi, MA, mengetuk palu bebas murni.

Kelima, Tamsil Linrung dan Anis Matta ditengarai sebagai bandit anggaran. Proses hukum ternyata hanya memenjara Waode Nurhayati dari PAN yang acting maling teriak maling.

Dari kelima fitnah besar yang disetting dan diatur sedemikian rupa bukannya menjatuhkan dukungan terhadap PKS, sebagaimana mimpi dan mantra-mantra pengamat politik Burhanuddin Muhtadi, malah meningkatkan elektabilitas PKS. Tahun 2014 target PKS naik kelas dari ranking 4 ke ranking 3. Insya Allah...

Adapun isu suap yang menimpa Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq buat kader hanyalah guyonan belaka. Seorang ustad dituding 'akan' menerima suap plus ada ABG mahasiwi pula, sebuah fitnah yang tak masuk akal.

Masih segar dalam ingatan ketika Ketua umum PAN Amien Rais difitnah menghamili Zarima saat nyapres. Tentu fitnah itu tak akan terbukti, tapi itu perlu dipublikasi untuk menurunkan elektabilitas beliau ketika nyapres.

Karena itu, langkah KPK menetapkan LHI sebagai tersangka hanyalah acting jelang Pemilu 2014. Maklum, hasil review ICW terakhir menyebutkan, hanya kader PKS dan Hanura yang tak terlibat korupsi.

Jadi ini bukan yang pertama Presiden PKS difitnah. Saat HNW jadi Presiden PKS sudah difitnah terlibat teroris.

5 Kejanggalan Kriminalisasi LHI oleh KPK
Tuduhan yang menerpa Luthfi Hasan Ishaaq, anggota Komisi I DPR, dinilai berbagai kalangan sangat janggal. Tak pelak hal ini dianggap sebagai kriminalisasi LHI untuk tujuan tertentu.

Kejanggalan pertama, yaitu ketika awal berita penangkapan muncul isu di berbagai media bahwa yang ikut ditangkap adalah supir Menteri Pertanian, Suswono. Ternyata bukan dan tidak ada hubungan sedikit pun dgn pejabat2 PKS.

Kejanggalan kedua, informasi setelah penangkapan yang mau disuap adalah anggota komisi IV DPR dari PKS. Lalu ternyata sekarang menjadi Luthfi Hasan Ishaaq yang merupakan anggota Komisi I DPR. Komisi I adalah komisi yang membidangi Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika. Bukan urusan pangan.

Kejanggalan ketiga, jika berkaitan dengan daging impor, dan tudingannya diarahkan bahwa LHI bisa mengatur Mentan yang notabene kader PKS, jelas salah alamat. Pasalnya Mentan tidak mengatur impor daging. Quota impor daging yang mengatur adalah Kementerian Perdagangan. Apakah LHI bisa mengatur Menperindag yang notabene orangnya SBY?

Kejanggalan keempat, disebutkan bahwa ada upaya penyuapan. Padahal LHI tidak menerima uang tersebut. Hanya disebutkan bahwa uang itu baru akan diberikan untuk LHI. Apakah adil orang yang berupaya mau disuap dijadikan tersangka? Padahal dia bisa jadi tidak tahu ada upaya itu. Dan apalagi tidak menerima uang tersebut.

Kejanggalan kelima, penetapan tersangka kepada LHI oleh KPK tanpa didahului oleh pemeriksaan. KPK memang bisa langsung menetapkan tersangka terhadap seseorang yang tertangkap basah melakukan transaksi korupsi, namun LHI tidak ada dalam penggrebekan yang dilakukan KPK itu. Lalu mengapa tiba-tiba LHI –kurang dari 12 jam– langsung ditetapkan menjadi tersangka tanpa ada pemeriksaan sebelumnya? Berbeda dengan kasus-kasus lain yang bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Islam vs Sekuler

Orang-orang sekuler dan liberal sejak dulu mau menjauhkan Indonesia dari Islam. Semua partai dan kekuatan Islam dijegal dan dibonsai agar tidak bisa menjadi besar.

Mereka telah meletakkan Islam di bawah ketiak mereka. Mereka telah melakukan serangan frontal.

Tokoh pers sekaliber Gunawan Muhammad saat menerima award dari Kurtwaldheim University dalam orasi ilmiahnya menyatakan, "Mari kita bangun Indonesia tanpa melibatkan Tuhan."

Sangat tegas antipati mereka yang anti Tuhan, sekuler dan liberal, tak menghendaki hadirnya Tuhan, mereka yang menyembah TuhanN partai yang berorientasi pada Tuhan, untuk ikut membangun Indonesia yang mayoritas dihuni oleh mereka yang percaya pada Tuhan.

Okelah kalau mereka mengajak perang besar. Mereka jual, kita beli. Islam harus tegak di bumi Nusantara.

Islam harus jadi Rahmat bagi Indonesia. Karena hanya Islam yang dapat menyejahterakan rakyat yang mayoritas umat Islam, bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak (hari yang kekal dan tidak ada ujungnya).

Merdeka!!
Allahu Akbar
Wa Lillah ilhamd!!!

Wallahu'alam bish showab []

Penulis : Djony Edward
Redaktur, Penulis Buku "Efek Bola Salju PKS"
Blog: djonyedward.blogspot.com/

Minggu, 13 Januari 2013

Jalan Merawat Iman



Jalan Merawat Iman   Soalan 2: Ust. Macam mana nak merawat iman? Saya rasa iman saya ni kadang-kadang lemah.  Jawapan:  Iman seseorang adakalanya tinggi, kadang-kala akan merundum jatuh. Kita perlu rawat Iman.  Jalan Merawat Iman:  1. Duduk bersama orang soleh وَإِخْوَانُهُ الأَدْنُونَ كُلُّ مُوَفِّقِ بَصِيرَةٍ بِأَمْرِ اللهِ يَسْمُو إِلَى الْعُلاَ “Saudara yang dekat dengannya adalah setiap orang yang beroleh taufik, memahami perintah Allah serta suka kepada hal-hal yang meninggikan darjat” Ahmad Ibn Hanbal  Mereka yang selalu memberi nasihat kerana Allah  إِنَّمَا يَجْلِسُ الرَّجُلُ إِلَى مَنْ يَنْفَعُهُ “Sesungguhnya lelaki yang sejati hanya ingin duduk (bergaul) bersama orang yang dapat memberi manfaat bagi agamanya” Zainul Abidin Ali ibn Hussain  2. Penyertaan di dalam amal Sentiasa mencari peluang untuk beramal sama ada dalam bentuk pemikiran, fizikal, wang ringgit dan sebagainya. وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ “dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa,…”. (Al-Maidah: 2)  3. Sentiasa menghubungkan diri dengan majlis ilmu مَن سَلَكَ طَرِيْقًايَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًاسَهَّلَ الله لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلى الجَنَّةِ “Barangsiapa yang melalui suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke syurga” Hadis Riwayat Muslim  Pelbagai cara Tambah ilmu, dengar CD, Siaran Agama TV, Kuliah / ceramah di masjid لاَيُورِكَ لِى بِطَاوِعِ شَمْسِ يَوْمَ لاَ أَذْدَادُفِيهِ عِلْمًايُقَرِّبُنِى مِنَ اللهِ عَزَّوَجَلَّ  “Tiada keberkatan untukku dengan naiknya matahari pada hari yang tidak bertambah padaku ilmu yang boleh mendekatkan aku kepada Allah” hadis  4. Bersungguh-sungguh beribadah dan mujahadah melawan nafsu Cergas di dalam ibadah, solat-solat sunat, zikir, qiamullail, membaca al-Quran, lawanlah nafsu, jangan menyerah  5. Muhasabah diri Jadikan budaya muhasabah an-Nafs, untuk jiwa sentiasa beramal dan beribadah. Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab. Timbanglah amalanmu sebelum amalanmu ditimbang”. (S. Umar) Istiqamah dalam mutaba’ah amal fardi; solat lima waktu secara berjamaah, solat-solat sunat, zikir-zikir, pembacaan al-Quran, puasa sehari dalam seminggu atau dua hari dalam sebulan, sedekah  6. Mengurangkan perkara yang harus Menegah dari melakukan pemborosan, bersederhana dalam menggunakan perkara harus akan sentiasa mengingatkan kita kepada Allah.  JOM Rawat IMAN kita.....  http://www.facebook.com/ibnuabid.safar  "UKHUWAH TERAS KEGEMILANGAN"
Soalan:
Ust. Macam mana nak merawat iman? Saya rasa iman saya ni    kadang-kadang lemah.

Jawapan:

Iman seseorang adakalanya tinggi, kadang-kala akan merundum jatuh. Kita perlu rawat Iman.

Jalan Merawat Iman:

1. Duduk bersama orang soleh

وَإِخْوَانُهُ الأَدْنُونَ كُلُّ مُوَفِّقِ بَصِيرَةٍ بِأَمْرِ اللهِ يَسْمُو إِلَى الْعُلاَ
“Saudara yang dekat dengannya adalah setiap orang yang beroleh taufik, memahami perintah Allah serta suka kepada hal-hal yang meninggikan darjat” Ahmad Ibn Hanbal

Mereka yang selalu memberi nasihat kerana Allah

إِنَّمَا يَجْلِسُ الرَّجُلُ إِلَى مَنْ يَنْفَعُهُ
“Sesungguhnya lelaki yang sejati hanya ingin duduk (bergaul) bersama orang yang dapat memberi manfaat bagi agamanya” Zainul Abidin Ali ibn Hussain

2. Penyertaan di dalam amal

Sentiasa mencari peluang untuk beramal sama ada dalam bentuk pemikiran, fizikal, wang ringgit dan sebagainya.
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa,…”. (Al-Maidah: 2)

3. Sentiasa menghubungkan diri dengan majlis ilmu

مَن سَلَكَ طَرِيْقًايَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًاسَهَّلَ الله لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلى الجَنَّةِ
“Barangsiapa yang melalui suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke syurga”
Hadis Riwayat Muslim

Pelbagai cara tambah ilmu, dengar CD, Siaran Agama TV, Kuliah / ceramah di masjid

لاَيُورِكَ لِى بِطَاوِعِ شَمْسِ يَوْمَ لاَ أَذْدَادُفِيهِ عِلْمًايُقَرِّبُنِى مِنَ اللهِ عَزَّوَجَلَّ

“Tiada keberkatan untukku dengan naiknya matahari pada hari yang tidak bertambah padaku ilmu yang boleh mendekatkan aku kepada Allah” hadis

4. Bersungguh-sungguh beribadah dan mujahadah melawan nafsu

Cergas di dalam ibadah, solat-solat sunat, zikir, qiamullail, membaca al-Quran, lawanlah nafsu, jangan menyerah

5. Muhasabah diri

Jadikan budaya muhasabah an-Nafs, untuk jiwa sentiasa beramal dan beribadah.
Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab. Timbanglah amalanmu sebelum amalanmu ditimbang”. (S. Umar)
Istiqamah dalam mutaba’ah amal fardi; solat lima waktu secara berjamaah, solat-solat sunat, zikir-zikir, pembacaan al-Quran, puasa sehari dalam seminggu atau dua hari dalam sebulan, sedekah

6. Mengurangkan perkara yang harus

Menegah dari melakukan pemborosan, bersederhana dalam menggunakan perkara harus akan sentiasa mengingatkan kita kepada Allah.

JOM Rawat IMAN kita.....

http://www.facebook.com/ibnuabid.safar

"UKHUWAH TERAS KEGEMILANGAN"

Solat Malam Menjauhkan Penyakit


Rasulullah SAW telah bersabda: 

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ؛ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ. وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الْجَسَدِ 

yang bermaksud: Hendaklah kamu sentiasa melakukan qiyam al-lail (sembahyang malam), kerana sesungguhnya ia merupakan amalan yang sentiasa dilakukan oleh orang-orang solih sebelum kamu. Sesungguhnya sembahyang malam juga adalah qurbah (ibadah yang dapat mendekatkan diri kamu) kepada Allah ‘Azza wa jalla, mencegah seseorang daripada perbuatan dosa, menghapuskan segala kejahatan (dosa) dan menghalau penyakit daripada badan.
Rujukan: Sunan Tirmizi Hadith No. 2743, Musnad Imam Ahmad Hadith No. 79732. Disemak oleh Ustaz Dr Ajmain Safar, Fakulti Tamadun Islam, UTM. 12 Januari 2013.

Semoga dapat kita amalkan dan sampaikan kepada kawan-kawan yang sakit dan yang belum sakit. Wassalam.

Kamis, 03 Januari 2013

Terdapat Enam Sifat Mulia Yang Di Miliki Oleh Orang Mukmin Ketika Di Timpa Musibah


Terdapat Enam Sifat Mulia Yang Di Miliki Oleh Orang Mukmin Ketika Di Timpa Musibah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيم

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah,
Setiap muslim yang diciptakan oleh Allah SWT dimuka bumi ini tidak akan sunyi daripada ditimpa musibah, penyakit atau dugaan. Besar atau kecil musibah atau dugaan tersebut bergantung kepada kekuatan iman yang dimiliki oleh seseorang hamba Allah itu.  Semakin kuat iman dan takwanya maka semakin berat ujian tersebut berlaku keatas dirinya. Ujian ini adalah penilaian Allah SWT untuk meningkatkan makam atau darjat seseorang hamba disisi Tuhannya.

Mengapa umat Islam sentiasa bersangka buruk kepada Allah SWT apabila ditimpa satu kesusahan atau musibah? Adakah ini satu penyeksaan atau ujian daripada Allah? Perkara sebegini pasti bermain di dalam fikiran kalian.

Ketika ditimpa musibah, hati sentiasa rasa resah gelisah, hidup menjadi tidak tenang tanpa panduan. Kadang-kala membuat sesuatu pekerjaan tidak menjadi. Fikiran risau tidak tentu arah seperti berada di lautan dalam tanpa pertolongan. Apabila dirasakan terlalu berat, tidak mampu dipikul sehinggakan sampai satu tahap, kalian merasakan hidup ini begitu sukar dan fikiran buntu tidak tahu dimana harus di cari penyelesaiannya! 

Ingatlah... sesungguhnya orang mukmin tidak akan berputus asa dengan rahmat Allah SWT. Biar betapa beratnya bahu untuk memikul musibah ini yakinlah bahawa Dia sahaja akan dapat memberi pertolongan dan setiap kesusahan itu ada kejayaan dan kebahagiaan.

Allah SWT berfirman maksudnya : "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat seksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya."(Surah al-Baqarah ayat 286)

Memang hidup ini tidak akan pernah sunyi daripada setiap dugaan dan ujian. Apa yang boleh di katakan, sebagai umat Islam, seharusnya kalian yakin sesungguhnya setiap cabaran dan ujian hidup itu adalah bukti kasih sayang Allah terhadap kalian semua.

Sebenarnya kalian tidak tahu bahawa Allah SWT amat sayang kepada kalian, sebab itu Allah SWT datangkan  dengan pelbagai ujian dan musibah, kerana Allah SWT  tahu kalian adalah hamba yang mampu mnghadapi ujianNya. Sebaliknya, Allah SWT tidak akan menguji kalian jika kalian hamba yang tidak mampu.

 Allah SWT berfirman maksudnya :  "(Iaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata: ‘Sesungguhnya Kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah Kami kembali’." (Surah al-Baqarah ayat 156)

Terdapat enam sifat mulia yang dimiliki oleh orang mukmin apabila ditimpa musibah. Sifat-sifat tersebut adalah seperti berikut :

Pertama : Sentiasa beriman dan reda terhadap ketentuan takdir daripada Allah SWT.

Orang mukmin yang beriman dan bertakwa akan sentiasa reda terhadap ketentuan takdir daripada Allah SWT, walaupun terpaksa menanggung musibah tersebut.

Kita wajib beriman bahawa segala musibah yang berlaku seperti gempa bumi, banjir, wabak penyakit adalah ketetapan daripada Allah SWT telah tertulis di Lauhul Mahfuz. Kita  wajib menerima ketentuan Allah SWT ini dengan berlapang dada (reda).

Allah SWT berfirman: "Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah."
(Surah AL-Hadid ayat 22)

Kita wajib menerima takdir Allah ini dengan penuh reda, bukan dengan perasaan geram , marah atau mengeluh kepada Allah SWT .

Kedua : Sabar menghadapi musibah.

Orang mukmin sentiasa bersabar apabila ditimpa musibah. Sifat kesabaran yang tinggi akan mendapat ganjaran daripada Allah SWT tanpa hisab.

Menurut Imam As-Suyuthi dalam tafsir al-Jalalain, sabar adalah menahan diri daripada segala apa yang dibenci (al-habsu li an-nafsi 'alaa maa takrahu). Sikap inilah yang wajib dimiliki ketika kita menghadapi musibah. Selain itu, kita disunnahkan untuk  mengucapkan kalimat istirja' (Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun) ketika berlaku musibah.

Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya akan Kami berikan ujian kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".”
(Surah Al-Baqarah ayat 155-156)

Oleh yang demikian, bersabarlah. Jangan sampai kita hilang perasaan sabar dengan berputus asa atau berprasangka buruk seakan-akan Allah SWT  tidak akan memberikan kita kebaikan pada masa hadapan. Ingatlah bahawa putus asa itu adalah su`uzh-zhan billah (berburuk sangka kepada Allah)! Su`uzh-zhan kepada manusia pun tidak dibolehkan, apatah lagi kepada Allah SWT. Na’uzubillahi min zalik.

Allah SWT menegaskan bahawa sikap tersebut adalah sikap yang kufur sebagaimana firmanNya yang bermaksud : "Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." (Surah Yusuf ayat 87)


Dari Ummu Salamah RA mengisahkan: aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa ditimpa musibah, selanjutnya ia berkata: "Ya Allah, berikahlah pahala atas musibahku dan berikanlah ganti untukku yang lebih baik daripada musibah tersebut. Melainkan Allah memberikan ganti yang lebih baik daripada musibah yang menimpanya."

Ummu Salamah berkata, "Ketika Abu Salamah meninggal dunia, aku berkata, "Adakah kaum Muslim yang lebih baik daripada Abu Salamah? Dia adalah keluarga pertama yang berhijrah kepada Rasulullah SAW, kemudian aku mengucapkan doa di atas lalu Allah memberi ganti untukku berupa rasulNya. Rasulullah SAW mengutuskan Hathib bin Abu Balta'ah untuk melamarku untuk beliau. Aku mempunyai anak perempuan dan aku adalah wanita pencemburu. Beliau bersabda, "Adapun anak perempuannya, maka aku berdoa kepada Allah mudah-mudahan Allah mencukupinya (Ummu Salamah) dengannya dan aku berdoa kepada Allah agar Allah menghilangkan sifat cemburu. Kemudian aku bernikah dengan Rasulullah SAW."(Hadith Riwayat Muslim)


Ketiga : Mengetahui hikmah di sebalik musibah.

Seseorang mukmin yang mengetahui hikmah (rahsia) di sebalik musibah akan memiliki kekuatan mental yang baik. Berbeza dengan orang yang hanya memahami musibah secara cetek iaitu dengan hanya melihatnya secara zahir sahaja. Mentalnya sangat lemah dan mudah mengeluh atas segala musibah yang menimpa.

Antara hikmah musibah adalah untuk diampunkan dosa-dosanya.


Sabda Rasulullah SAW yang maksudnya : "Tiadalah seorang mukmin yang ditimpa musibah tertusuk duri atau lebih (teruk) daripada itu melainkan dengannya (musibah tersebut) Allah akan menghapuskan sebahagian daripada dosa-dosanya." (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Seseorang muslim yang mati ditimpa bangunan atau tembok akibat gempa bumi adalah tergolong sebagai orang yang mati syahid.

Sabda Nabi SAW maksudnya : "Orang-orang yang mati syahid itu ada lima golongan; (1) orang yang terkena wabak penyakit taun, (2) orang yang terkena penyakit perut (disentri, taun, dan sebagainya), (3) orang yang tenggelam, (4) orang yang ditimpa tembok/bangunan, dan (5) orang yang mati syahid dalam peperangan di jalan Allah." (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW juga bersabda maksudnya : "Akan diampuni bagi orang yang mati syahid segala dosa-dosanya, kecuali hutang." (Hadis riwayat Muslim)

Hikmah lain adalah jika anak-anak muslim meninggal, kelak mereka akan masuk ke syurga. Sabda Nabi SAW maksudnya : "Anak-anak kaum muslimin (yang meninggal) akan masuk ke dalam syurga." (Hadis riwayat Ahmad)

Keempat : Tetap Terus Berikhtiar.

Orang mukmin akan terus berikhtiar dan berusaha bersungguh-sungguh untuk menghindarkan diri daripada sebarang bahaya yang muncul. Kita tidak disuruh untuk  berdiam diri atau pasrah berpangku tangan bertongkat dagu menunggu bantuan datang ketika musibah menimpa kita.

Beriman kepada ketentuan Allah SWT bukan bererti kita hanya duduk diam termenung dan meratapi nasib tanpa berusaha untuk mengubah apa yang ada pada diri kita.

Allah SWT berfirman maksudnya : "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."
(Surah Ar-Ra’du ayat 11)

Ketika berlakunya wabak penyakit di Syam, Umar bin Al-Khattab segera keluar dari negeri tersebut. Ketika ditanya kepadanya, "Adakah kamu hendak lari daripada takdir Allah?", Umar menjawab, "Ya, aku lari daripada takdir Allah ini untuk menuju kepada takdir Allah yang lain."

Rasulullah SAW juga memberi petunjuk bahawa segala bahaya (kemudaratan) wajib untuk dihapuskan (dihindarkan). Misalnya ketiadaan logistik, tempat tinggal, masjid, sekolah dan sebagainya. Nabi SAW bersabda, "Tidak boleh menimbulkan bahaya bagi diri sendiri dan bahaya bagi orang lain." (Hadis riwayat Ibnu Majah)

Kelima : Memperbanyakkan berdoa dan berzikir

Kita sentiasa dianjurkan untuk memperbanyakkan doa dan zikir bagi orang yang ditimpa musibah. Orang yang mahu berdoa dan berzikir adalah lebih mulia di sisi Allah daripada orang yang enggan atau malas.

Rasululah SAW mengajarkan doa bagi orang yang ditimpa musibah: "Allahumma jurnii fii musiibatii wa akhluf lii khairan minhaa" (Ya Allah, berilah pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti bagiku yang lebih baik daripadanya.) (Hadis riwayat Muslim)

Zikir juga dapat mententeramkan hati orang yang sedang gelisah atau yang mengalami tekanan.

Allah SWT berfirman maksudnya :  "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah sahajalah hati menjadi tenteram."(Surah Ar-Ra’du ayat 28)

Antara zikir yang dianjurkan adalah dengan beristighfar "Astaghfirullahal 'azhim". Sabda Nabi SAW: "Barangsiapa memperbanyakkan istighfar, maka Allah akan membebaskannya daripada kesedihan, memberinya jalan keluar terhadap kesempitannya, dan akan memberinya rezeki daripada arah yang tidak disangka-sangkanya." (Hadis riwayat Abu Daud)

Rasulullah SAW bersabda: Ucapan yang paling disukai Allah itu ada empat, engkau boleh memulainya dengan kalimat mana saja, iaitu Subhanallah (Maha suci Allah), Alhamdulillah (segala puji milik Allah), Laa ilaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah), dan Allahuakbar (Allah Maha besar). (Hadis Riwayat Muslim)

Keenam : Bertaubat kepada Allah SWT.

Tiada seorang hamba yang ditimpa musibah melainkan ia adalah akibat daripada dosa-dosa yang dilakukannya. Maka sudah semestinya dia perlu bertaubat nasuha kepada Allah SWT. Orang yang tidak mahu bertaubat setelah ditimpa musibah adalah orang sombong dan takbur.

Allah SWT berfirman: "Dan apa sahaja musibah yang menimpa kamu, maka ia adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (daripada kesalahan-kesalahanmu)." (Surah Asy-Syuura ayat 30)

Sabda Nabi SAW: "Setiap anak Adam mempunyai kesalahan (dosa). Dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah orang yang bertaubat." (Hadis riwayat at-Tirmidzi)

Terdapat tiga rukun dalam melakukan taubat nasuha :

1. Menyesali atas dosa-dosa yang telah dilakukan. 

2. Berhenti daripada melakukan perbuatan dosa-dosanya itu. 

3. Berazam (tekad yang kuat) untuk tidak akan mengulangi lagi dosa-dosa tersebut di masa akan datang. 

Jika dosa-dosanya berkaitan hubungan sesama manusia seperti belum membayar hutang, pernah memfitnah atau mengumpat seseorang, pernah menyakiti perasaan orang lain dan sebagainya, maka rukun taubat ditambah satu lagi iaitu menyelesaikan masalah urusan sesama manusia dan memohon maaf.

Sahabat yang dikasihi,
Marilah sama-sama kita perbaiki niat kita untuk beramal soleh iaitu mengikhlaskan hati semata-mata kerana Allah SWT. Apa sahaja musibah yang datang perlulah kita tenang, bersabar dan menganggap ianya satu proses pembersihan diri kita daripada dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Jika kita mampu melakukannya kita akan berada di dalam kebaikan dan rahmat Allah SWT.
http://abubasyer.blogspot.com/2013/01/terdapat-enam-sifat-mulia-yang-di.html