| |
| |
| "Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang melalui suatu negeri yang temboknya telah roboh menutupi atapnya. Ia berkata, "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Allah kemudian mewafatkan orang itu selama seratus tahun, lalu menghidupkannya kembali. Allah bertanya,"Berapa lama kamu tinggal disini?" Ia menjawab,"Saya telah tinggal disini selama sehari atau setengah hari." Allah berfirman,"Sebenarnya kamu telah tinggal disini selama seratus tahun lamanya. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, dan lihatlah keledaimu yang telah menjadi tulang belulang. Kami akan menjadikan kamu sebagai tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Dan lihatlah tulang-tulang keledai itu. Kami menyusunnya kembali dan membalutnya dengan daging." Maka ketika hal itu telah jelas (bagaimana Allah menghidupkan makhluk-Nya yang telah mati), ia pun berkata,"Saya yakin bahwa sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Baqarah: 259) Pada zaman/jaman Nabi Uzair, ada sebuah keledai yang dimiliki oleh seorang yang kaya raya, tapi sangat kikir. Untuk makan satu minggu saja, ia cukup menggoreng sebutir telur. Dan gorengan telur itu dia bagi menjadi 7 bagian. Setiap pagi ia memakan satu bagian ditambah bubuk roti kering. Jika istrinya makan lebih dari bagian yang sudah ditentukan, ia akan memukulinya. Selain kikir, orang kaya ini juga tergolong kejam. Setiap hari keledai miliknya diberi pekerjaan yang sangat berat, yaitu mengangkut barang-barang yang berat, tapi keledai itu hanya diberi makan yang sedikit. Jika keledai itu terasa lapar dan meringkik, maka orang kaya itu memukulnya. Alhasil, keledai itu tidak berani lagi meringkik di hadapan majikannya. Akibat terlalu sering membawa beban berat, kulit punggung keledai itu menjadi lecet dan tulang punggungnya retak. Lama kelamaan keledai itu tidak kuat lagi bekerja. Dan akhirnya dia mogok tidak mau bekerja lagi. Melihat keledai itu tidak mau berjalan dan bekerja lagi, majikannya memukuli sang keledai dengan tongkatnya. Walaupun dipukuli berkali-kali, keledai tetap tidak mau berjalan. Hingga akhirnya dipukul dengan keras sekali keledai itu. Karena merasa kesakitan, keledai mengangkat kaki bekangnya dan menendang majikannya itu hingga terjatuh. Diperlakukan seperti itu, sang majikan akhirnya benar-benar marah. Dan keesokan harinya, keledai itu di jual ke pasar. Keledai itu ditawarkan ke beberapa orang dengan harga sepuluh dinar. Tapi karena melihat kondisi keledai itu yang lemah dan sepertinya malas, akhirnya keledai itu terjual kepada saudagar kaya dengan harga dua dinar. Pada mulanya keledai itu senang dengan majikan barunya ini. Tapi, tak disangka ternyata majikan barunya ini adalah seorang penjual keledai yang ingin mencari keuntungan. Membeli dengan harga yang murah, dan menjualnya kembali dengan harga yang cukup tinggi. Dan hari itu, keledai-keledai milik saudagar itu dibawa ke pasar. Sebelum sampai di pasar, sang saudagar menyulutkan api ke kaki-kaki keledainya hingga melepuh. Saat saudagar itu menawarkan keledainya kepada para pembeli, ia menekankan tongkatnya pada luka bakar di kaki-kaki keledai tersebut. Karena kesakitan, keledai-keledai itu melonjak-lonjak. Dengan cara seperti itulah, ia memperlihatkan kepada pembeli seakan-akan keledai-keledai itu cekatan dan bisa berlari kencang. Rupanya, nasib baik masih berpihak pada keledai tadi. Seorang laki-laki yang sudah berumur yang bernama Uzair membelinya tanpa menawar kepada sang saudagar dengan harga tujuh dinar. Uzair kemudian menaiki keledai itu dan menyuruh keledai itu berjalan. Keledai itu sepertinya mengerti bila Uzair adalah seorang yang baik. Karena sepanjang perjalanan pulang, tidak sekalipun keledai itu dicambuknya. Bahkan sepanjang perjalanan itu, Uzair selalu bertasbih memuji Allah. Hidup keledai itu benar-benar berubah. Sesampai di rumah Uzair, dia diberi kandang khusus di belakang rumah, diberi makan dan minum dengan teratur, sehingga tubuhnya terlihat gemuk. Tapi siapa sebenarnya Uzair itu? Uzair adalah seorang nabi, utusan Allah. Uzair memiliki tiga orang anak dan seorang pelayan. Uzair selalu mengajak orang-orang untuk taat kepada Allah, dan melarang mereka menyembah berhala. Ia berdakwah tanpa meminta upah dari mereka. Uzair memiliki sebidang kebun yang cukup jauh dari rumahnya. Perjalanan dari rumah ke kebunnya itu membutuhkan waktu seminggu. Kebunnya ditanami anggur dan tin. Saat musim panen/menuai, Uzair dan keledainya berangkat ke kebun. Ia meletakkan dua buah keranjang di punggung sang keledai. Dalam perjalanan menuju kebun, Uzair dan keledainya melewati kuburan tua dan puing-puing Sampailah Uzair dan keledainya di kebun. Tubuh keledai basah dengan keringat. Uzair turun dari keledainya, dan mulailah dia mengisi keranjangnya dengan buah anggur dan tin. Keledainya dibiarkan beristirahat di tempat yang teduh sambil memakan rumput. Setelah kedua keranjang terisi penuh, Uzair kembali meletakkan kedua keranjang tersebut pada punggung keledainya. Karena membawa beban terlalu berat, keledai itu tidak bisa berjalan cepat. Uzair lalu turun dari punggung keledainya, lalu menepuk-nepuk betis keledainya. Sungguh menakjubkan, keledai itu dapat berjalan dengan cepat. Dalam perjalanan pulang, kembali Uzair dan keledai itu melewati pekuburan tua dan puing-puing Tidak lama setelah itu, Uzair merasa mengantuk dan akhirnya tertidur. Melihat tuannya tertidur, keledai itu berusaha membangunkannya dengan meringkik. Tapi majikannya tetap saja tertidur. Bahkan keledai itu pun ikut pula tertidur. Ketika bangun, keledai itu seperti sudah berada di alam lain. Keledai itu mendengar suara yang ditujukan kepada majikannya. "Hai Uzair, berapa lama kamu tinggal di sini?" "Saya tinggal disini selama sehari atau setengah hari." jawab Uzair. "Sebenarnya, engkau telah tinggal disini selama seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang telah berubah, dan lihatlah keledaimu yang telah menjadi tulang belulang. Kami menjadikanmu sebagai tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Dan lihatlah tulang-tulang keledai itu, Kami akan menyusunnya kembali dan membalutnya dengan daging." Tiba-tiba terdengan suara,"Hai keledai, bangkitlah engkau!" Keledai seakan-akan terbangun dari tidurnya. Keledai itu melihat tuannya berdiri di hadapannya dengan kebingungan. Keledai itu pun bangkit sambil meringkik. Uzair kemudian berkata,"Aku benar-benar yakin bahwa Allah Mahakuasa menghidupkan kembali Makhluk-Nya yang telah mati." Uzair pun menunggangi keledainya dan pulang kembali ke kampungnya. Keledai itu merasa kebingungan dengan perubahan yang terjadi. Dia mengendus-endus tanah untuk mencari bau rumah tuannya. Namun, rumah tuannya itu tidak juga ditemukan. Akhirnya, barulah Uzair dan keledainya sadar, bahwa mereka baru saja bangkit dari kematian selama seratus tahun. Tidak hanya Uzair dan keledainya saja yang kebingungan. Bahkan orang-orang pun tidak percaya bahwa orang yang datang adalah Uzair, nabi mereka. "Uzair telah pergi sejak seratus tahun yang lalu dan tidak pernah kembali lagi. Kami yakin Uzair sudah wafat," kata mereka. "Demi Allah, aku adalah Uzair, Allah telah membangkitkan aku kembali dari kematian selama seratus tahun. Dimanakah anak dan cucuku? Mungkin mereka masih mengenalku," kata Uzair. Lalu mereka mengantar kepada cucunya. Namun, mereka tidak mau mengakui Uzair sebagai kakek/datuknya. Kebetulan, di kampung itu ada seorang perempuan tua yang pernah hidup bersama Uzair. Mereka pun mengantarkan Uzair kepadanya. Keledai itu berusaha mengendus bau perempuan tua yang sudah buta itu. Dan keledai itu yakin, kalau perempuan tua itu adalah pelayan tuannya dulu. "Uzair adalah orang yang doanya mustajab. Jika memang engkau benar-benar Uzair, nerdoalah kepada Allah agar mataku dapat melihat kembali,"kata perempuan tua itu. Uzair pun berdoa, dan ajaibnya perempuan itu bisa kembali melihat. Orang-orang pun akhirnya percaya bahwa yang datang adalah benar-benar Uzair. Tetapi tetap saja, cucu-cucu Uzair belum sepenuhnya percaya. Hingga akhirnya, mereka meminta pembuktian bahwa Uzair memiliki lembaran Taurat yang asli. Dan Uzair pun menunjukkan di mana dia menyimpan lembaran Taurat itu. Mereka pergi ke pohon tua yang dikelilingi rerumputan. Di situlah Uzair menyimpan lembaran Taurat itu. Melihat hal ini, barulah mereka mengakui bahwa orang itu adalah Uzair, kakek mereka. |
Senin, 29 Oktober 2012
KISAH NABI UZAIR DAN KELEDAI/KALDAINYA
Minggu, 28 Oktober 2012
KISAH TSA'LABAH
Seorang sahabat Rasulullah yang amat miskin datang pada Rasulullah sambil mengadukan tekanan ekonomi yang dialaminya. Tsa'labah, demikian nama sahabat tersebut, memohon Rasulullah untuk berdo'a supaya Allah memberikan rezeki yang banyak kepadanya. Semula Nabi menolak permintaan tersebut sambil menasihati Tsa'labah agar meniru kehidupan Nabi saja. Namun Tsa'labah terus mendesak. Kali ini dia mengemukakan argumen yang sampai kini masih sering kita dengar,"Ya Rasul, bukankah kalau Allah memberikan kekayaan kepadaku, maka aku dapat memberikan kepada setiap orang haknya." Nabi kemudian mendoakan Tsa'labah. Tsa'labah mulai membeli ternak. Ternaknya berkembang pesat sehingga ia harus membangun peternakan agak jauh dari Madinah. Seperti yang sudah diduga sebelumnya, setiap hari ia sibuk mengurus ternaknya. Ia tidak dapat lagi menghadiri shalat jama'ah bersama Rasulullah di siang hari. Hari-hari selanjutnya, ternaknya semakin banyak sehingga semakin sibuk pula Tsa'labah mengurusnya. Kini, ia tidak dapat lagi berjamaah bersama Rasulullah. Bahkan menghadiri shalat Jum'at dan shalat jenazah pun tidak bisa dilakukan lagi. Ketika turun perintah zakat, Rasulullah menugaskan dua orang sahabat untuk menarik zakat dari Tsa'labah. Sayang, Tsa'labah menolak mentah-mentah urusan Rasulullah tersebut. Ketika utusan Rasulullah datang hendak melaporkan kasus Tsa'labah ini, Nabi menyambut utusan itu dengan ucapan beliau,"Celakalah Tsa'labah!" Nabi murka, dan Allah pun murka! Saat itulah turun QS At-Taubah:75-78. "Dan diantara mereka ada yang telah berikrar kepada Allah,"Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh". Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta. Tidaklah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka dan bahwasanya Allah amat mengetahui yang ghaib?" Tsa'labah mendengar ada ayat turun mengecam dirinya, ia mulai ketakutan. Segera ia temui Rasulullah sambil menyerahkan zakatnya. Akan tetapi Rasulullah menolaknya,"Allah melarang aku menerimanya." Tsa'labah menangis tersedu-sedu. Setelah Rasulullah wafat, Tsa'labah menyerahkan zakatnya kepada Abu Bakar, kemudian Umar, tetapi kedua Khalifah tersebut menolaknya. Hingga akhirnya Tsa'labah meninggal pada masa Utsman. Lalu, masih adakah Tsa'labah di masa sekarang? Jangan-jangan kitalah Tsa'labah-Tsa'labah baru yang dengan linangan air mata memohon agar rezeki Allah turun kepada kita, dan ketika rezeki itu turun, dengan sombongnya kita lupakan ayat-ayat Allah. Bukankah kita dengan alasan sibuk berbisnis tak lagi sempat sholat Kitalah Tsa'labah... Tsa'labah ternyata masih hidup dan "madzhab"nya masih kita ikuti. Dahulu Tsa'labah menangis di depan Rasulullah yang tak mau menerima zakatnya. Sekarang ditengah kesenjangan sosial di negeri kita, jangan-jangan kita bukan hanya akan menangis namun berlumuran darah ketika orang miskin menolak sedekah dan zakat kita! Na'udzubillah... |
Sumber: |
DOA AGAR TERLEPAS DARI KESUSAHAN HIDUP
| DOA AGAR TERLEPAS DARI KESUSAHAN HIDUP |
| Hidup seorang manusia tidak akan pernah lepas dari kesusahan, kesempitan hidup, kesedihan, musibah dan cobaan. Dalam kondisi sempit seperti itu, tiada tempat yang lebih baik untuk mengadu dan meminta selain Allah Subhanahu wa Ta'ala, Rabb yang menurunkan ujian kepada hamba-Nya untuk hikmah tertentu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam telah mengajarkan kepada kita untuk kembali kepada Allah Ta'ala saat berbagai kesusahan dan kesempitan hidup mendera kita. Kita harus kembali kepada Allah Ta'ala dengan memuji-Nya, mengagungkan-Nya dan mengesakan-Nya. Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: "Jika sedang menghadapi sebuah kesusahan, Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam biasa membaca doa: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ العَلِيمُ الحَلِيمُ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ رَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ yang bermaksud: "Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah Pemilik 'arsy yang agung. Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah pemilik langit, pemilik bumi dan pemilik 'arsy yang mulia." (HR. Bukhari no. 7426 dan Muslim no. 2730) Imam Yahya bin Syaraf An-Nawawi berkata: "Ini adalah sebuah hadits yang agung, wajib diperhatikan dan harus sering dibaca saat menghadapi kesusahan hidup dan perkara-perkara yang berat." Imam Muhammad bin Jarir Ath-Thabari berkata: "Generasi salaf (sahabat) sering membaca doa ini dan mereka menyebutnya doa kesusahan hidup." |
Doakan saudara kita yang sedang dizalimi di mana-mana pun…
1. Allahummansuril islam wal muslimin,
Ya Allah ya tuhan kami bantu/menangkanlah Islam dan umat Islam
2. Allahummansuril mujahideen fi Palestine , fi syuria, fi burma ...
Ya Allah ya Tuhan kami bantu/menangkanlah para pejuang di Palestin, syira,burma...
3. Allahummansuril mujahideen fi kullimakan waif kullizaman,
Ya Allah ya Tuhan kami bantu/menangkanlah para pejuang di setiap tempat dan pada setiap masa
4. Wa azilla assyirkawal mushrikin,
dan hinakanlah kesyirikan dan orang yang syirik
5. Wa dammir a'daa aka a'daa addin,
binasakanlah musuhMu dan musuh agamaMu
Doa tersebut antara doa qunut nazilah boleh dibaca dalam solat dengan menggunakan bahasa Arab. Boleh ditambah doa-doa lain yang ada kesamaannya. tetapi apabila diterjemahkan ke dalam bahasa lain selain bahasa Arab tidak boleh dibaca dalam solat (akan terbatal solat). Hanya boleh dibaca selepas solat selesai. Maksudnya difahami dan dihayati dalam hati sahaja.
Wallahu a'lam.
Semoga Allah membantu saudara-sama kita yang sedang di zalimi di setiap tempat, InsyaAllah. ♥
Ya Allah ya Tuhan kami bantu/menangkanlah para pejuang di Palestin, syira,
3. Allahummansuril mujahideen fi kullimakan waif kullizaman,
Ya Allah ya Tuhan kami bantu/menangkanlah para pejuang di setiap tempat dan pada setiap masa
4. Wa azilla assyirkawal mushrikin,
dan hinakanlah kesyirikan dan orang yang syirik
5. Wa dammir a'daa aka a'daa addin,
binasakanlah musuhMu dan musuh agamaMu
Doa tersebut antara doa qunut nazilah boleh dibaca dalam solat dengan menggunakan bahasa Arab. Boleh ditambah doa-doa lain yang ada kesamaannya. tetapi apabila diterjemahkan ke dalam bahasa lain selain bahasa Arab tidak boleh dibaca dalam solat (akan terbatal solat). Hanya boleh dibaca selepas solat selesai. Maksudnya difahami dan dihayati dalam hati sahaja.
Wallahu a'lam.
Semoga Allah membantu saudara-sama kita yang sedang di zalimi di setiap tempat, InsyaAllah. ♥
Sumber: dari fb Hijau Nan Indah
Selasa, 23 Oktober 2012
Tidur sebentar pada siang hari amalan mulia
Tidur sebentar pada siang hari = qailulah, siesta, nap.
Amalan tidur pada waktu tengah hari adalah satu amalan Rasulullah yang dapat menyegarkan tubuh badan sekaligus meningkatkan produktiviti.
Berpandukan kajian2 saintifik, tidur pada waktu tengah hari didapati berkesan bagi meningkatkan tenaga, tumpuan dan produktiviti pekerja2. Hasil daripada satu kajian yang dilakukan selama 25 tahun berhubung kesan tidur ke atas negara2 industri dan pasca industri mendapati,
Amalan tidur pada waktu tengah hari adalah satu amalan Rasulullah yang dapat menyegarkan tubuh badan sekaligus meningkatkan produktiviti.
Berpandukan kajian2 saintifik, tidur pada waktu tengah hari didapati berkesan bagi meningkatkan tenaga, tumpuan dan produktiviti pekerja2. Hasil daripada satu kajian yang dilakukan selama 25 tahun berhubung kesan tidur ke atas negara2 industri dan pasca industri mendapati,
"92.5% pekerja yang berkesempatan tidur ada waktu tengah hari mempunyai daya kreativiti yang lebih tinggi berbanding mereka yang lain. Daya kemampuan mereka menyelesaikan masalah juga meningkat dan hasilnya ialah peningkatan produktiviti secara keseluruhannya."
Waktu tengah hari adalah masa yang sesuai untuk tidur seketika kerana sistem badan manusia bersedia memanfaatkan fasa tidur pada waktu itu. Fasa ini dikenali sebagai midafternoon quiescent phase atau a secondary sleep gate.
Di antara tokoh2 yang menggalakkan tidur pada waktu tengah hari adalah Dr. William A. Anthony (Ph.D.) dan Camille W. Anthony, pengarang buku The Art of Napping at Work. David F. Dinges dan Roger J. Broughtondi dalam buku mereka Sleep and Alertness juga bersetuju dengan pendapat ini.
Kajian menunjukkan mereka yang secara rutin tidur selama 30 minit di waktu tengah hari mempunyai risiko menghidap penyakit jantung 30% lebih rendah berbanding mereka yang lain.
Dr. James Maas, pakar tidur dari
Secara umumnya, pakar2 berpandangan, badan kita mempunyai pusingan biologi yang tertentu yang dikenali sebagai circadian rhythm. Pusingan ini boleh dikiaskan seperti sebuah jam semula jadi bersama-sama dengan baterinya. Tenaga pusingan ini akan menurun pada waktu malam dan untuk memulihkannya kita perlu tidur. Ia juga menurun pada waktu tengah hari. Oleh itu, tidur sekejap pada masa itu dapat menjamin pemulihannya.
Berpandukan kajian2 ini, Kanada merancang bagi menggubal satu polisi yang mengizinkan pekerja2nya tidur pada waktu kerja.Sebagai langkah permulaan, satu projek dijalankan ke atas pekerja2 kereta api Canadian Pacific Railway di Calgary. Mereka diizinkan tidur seketika di waktu kerja mengikut jadual yang tersusun. Sekiranya projek ini berjaya, ia mungkin diperkembangkan kepada kesemua Jabatan Kereta Api di Kanada dan Amerika.
Dipetik dari Dr. Danial Zainal Abidin, Perubatan Islam dan Bukti Sains Moden
Sajak Aceh: Berperang di Jalan Allah
Yakinlah saudaraku sayang,
Ada firman dalam Al Qur-an:
Berperang di Jalan Allah,
Adalah penghulu ibadah.
Asli hadis kusebut tiada,
Makna saja kurakam di sini,
Peringatan agar siap-siaga,
Tiada siapa yang alpa diri
Renungkan saudaraku sayang,
Tidaklah hamba mangada-ada,
Ada firman dalam Al Qur-an:
Berperang di Jalan Allah,
Adalah penghulu ibadah.
Asli hadis kusebut tiada,
Makna saja kurakam di sini,
Peringatan agar siap-siaga,
Tiada siapa yang alpa diri
Renungkan saudaraku sayang,
Tidaklah hamba mangada-ada,
Benar ini berita Al Qur-an,
Bukan khabaran tiada berpunca.
Dalam Al Qur-an terakam ayat,
Firman Allah Mahakuasa,
Had is Rasul pemimpin umat
Jangan lupakan saudara tercinta.
Hadis Nabi benar berkata,
Berperang di Jalan Allah,
Balasan akan datang nyata,
Sorga tersedia sudah.
Demikian tersurat di dalam kitab,
Firman Allah Ilahi Rabbi,
Dengar kata makna ayat,
Raja ibadat perang suci
Tubuhmu sayang dibeli Tuhan,
Sorga tinggi harganya pasti,
Yakinlah kita wahai budiman,
Orang beriman berbahagia nanti,
Siapa serahkan nyawa dan harta,
Biaya perang di jalan Ilahi,
Dibeli Allah harganya berganda,
Sorga tinggi tukarannya pasti.
Demikian saudara karunia Rabbi,
Pahala jihad di padang bakti,
Begitu suratan janji Ilahi,
Apa lagi yang dinanti
Wahai pemudaku intan baiduri,
Usia dunia akan berakhir,
Janji Ilahi akan berbukti,
Seperti dalam suratan takdir.
Selagi langit belum berantakan,
Beberapa tanda telah nyata,
Di dunia dajal gentayangan,
Berkeliaran di mana-mana.
Sebelum datang dajal hakiki,
Sudah di dunia antek-anteknya,
Bila masa kehadirannya nanti,
Segala amal tiada berguna.
Arti ibadat sudah tiada,
Masa bakti Tuhan akhiri,
Segala amal sia-sia,
Pintu ibadat terkunci erat.
Jangan lalai saudaraku.
Berjihad kumpulkan bekal akhirat,
Selagi pintu taubat masih terbuka,
Kini masanya memeras keringat.
Sebelum datang Malaikat Izrail,
Suruh Hadlarat Menjemput nyawa,
Baiklah datang sebelum dipanggil.
Serahkan rela, sayang mengapa.
Oh, saudaraku sayang,
Bangsawan dan rakyat biasa,
Di Jalan Allah marilah berperang,
Kehilangan nyawa gelisah mengapa ?
Saudara-saudara kaum sebangsa,
Nyawa melayang sudahlah pasti,
Biar raja Rum yang hebat kuasa-,
Yang menguasai Seantero negeri
Kemana kita akan berlindung,
Di sana mati telah menanti,
Seperti Firman Tuhan Pelindung,
Dalam Al-Qur-an jelas pasti
"Akan berlindung dalam Kota berbeton besi,
Di sana maut sudah menanti, "
Karena itu, muda bestari,
Siap siaga, mawas diri.
Kendati Muhammad Rasul utama,
Maut telah merenggut nyawanya,
Menyerah kepada Mahakuasa,
Bukan ini pertanda nyata ?
Bila masanya ajal menjemput,
Datang merenggut nyawa di badan
Tangguh sesaat jangan harapkan,^
Yang pergi takkan kembali
Renungkan muda bangsawan,
Bawa ke mana intan berlain,
Siapa saja makhluk Tuhan,
Mati pasti, jin ataupun insan,
Kita tidak tahu kapan,
Tiada daya menerka iradat Tuhan,
Sadari dan mengertilah teman,
Kecuali Ilahi semua mati.
Apapun kerja kita teman,
Haruslah karena Tuhan,
Kasih hati yang bukan Ilahi,
Segera akan pergi
Entah sedang berpadu kasih,
Perpisahan datang merenggut cinta,
Entah dijalan, entah di mana,
Maut mengadang mencengkeram nyawa,
Sebab itu, saudaraku sayang,
Ke medan perang marilah kita,
Daripada mati konyol di ladang,
Baiklah tewas di medan laga.
Alangkah hina dan pedihnya, teman,
Andai mati di pangkuan isteri,
Sakit nyawa keluar di badan,
Kecuali mati mengadang kompeni,
Tidak mengapa, sayang.
Di medan perang berbantal pedang,
Badan terkapar rebah terlentang.
Menantang musuh di gelanggang
Bukan khabaran tiada berpunca.
Dalam Al Qur-an terakam ayat,
Firman Allah Mahakuasa,
Had is Rasul pemimpin umat
Jangan lupakan saudara tercinta.
Hadis Nabi benar berkata,
Berperang di Jalan Allah,
Balasan akan datang nyata,
Sorga tersedia sudah.
Demikian tersurat di dalam kitab,
Firman Allah Ilahi Rabbi,
Dengar kata makna ayat,
Raja ibadat perang suci
Tubuhmu sayang dibeli Tuhan,
Sorga tinggi harganya pasti,
Yakinlah kita wahai budiman,
Orang beriman berbahagia nanti,
Siapa serahkan nyawa dan harta,
Biaya perang di jalan Ilahi,
Dibeli Allah harganya berganda,
Sorga tinggi tukarannya pasti.
Demikian saudara karunia Rabbi,
Pahala jihad di padang bakti,
Begitu suratan janji Ilahi,
Apa lagi yang dinanti
Wahai pemudaku intan baiduri,
Usia dunia akan berakhir,
Janji Ilahi akan berbukti,
Seperti dalam suratan takdir.
Selagi langit belum berantakan,
Beberapa tanda telah nyata,
Di dunia dajal gentayangan,
Berkeliaran di mana-mana.
Sebelum datang dajal hakiki,
Sudah di dunia antek-anteknya,
Bila masa kehadirannya nanti,
Segala amal tiada berguna.
Arti ibadat sudah tiada,
Masa bakti Tuhan akhiri,
Segala amal sia-sia,
Pintu ibadat terkunci erat.
Jangan lalai saudaraku.
Berjihad kumpulkan bekal akhirat,
Selagi pintu taubat masih terbuka,
Kini masanya memeras keringat.
Sebelum datang Malaikat Izrail,
Suruh Hadlarat Menjemput nyawa,
Baiklah datang sebelum dipanggil.
Serahkan rela, sayang mengapa.
Oh, saudaraku sayang,
Bangsawan dan rakyat biasa,
Di Jalan Allah marilah berperang,
Kehilangan nyawa gelisah mengapa ?
Saudara-saudara kaum sebangsa,
Nyawa melayang sudahlah pasti,
Biar raja Rum yang hebat kuasa-,
Yang menguasai Seantero negeri
Kemana kita akan berlindung,
Di sana mati telah menanti,
Seperti Firman Tuhan Pelindung,
Dalam Al-Qur-an jelas pasti
"Akan berlindung dalam Kota berbeton besi,
Di sana maut sudah menanti, "
Karena itu, muda bestari,
Siap siaga, mawas diri.
Kendati Muhammad Rasul utama,
Maut telah merenggut nyawanya,
Menyerah kepada Mahakuasa,
Bukan ini pertanda nyata ?
Bila masanya ajal menjemput,
Datang merenggut nyawa di badan
Tangguh sesaat jangan harapkan,^
Yang pergi takkan kembali
Renungkan muda bangsawan,
Bawa ke mana intan berlain,
Siapa saja makhluk Tuhan,
Mati pasti, jin ataupun insan,
Kita tidak tahu kapan,
Tiada daya menerka iradat Tuhan,
Sadari dan mengertilah teman,
Kecuali Ilahi semua mati.
Apapun kerja kita teman,
Haruslah karena Tuhan,
Kasih hati yang bukan Ilahi,
Segera akan pergi
Entah sedang berpadu kasih,
Perpisahan datang merenggut cinta,
Entah dijalan, entah di mana,
Maut mengadang mencengkeram nyawa,
Sebab itu, saudaraku sayang,
Ke medan perang marilah kita,
Daripada mati konyol di ladang,
Baiklah tewas di medan laga.
Alangkah hina dan pedihnya, teman,
Andai mati di pangkuan isteri,
Sakit nyawa keluar di badan,
Kecuali mati mengadang kompeni,
Tidak mengapa, sayang.
Di medan perang berbantal pedang,
Badan terkapar rebah terlentang.
Menantang musuh di gelanggang
Pengarang:
Jangan katakan mati
Jangan katakan mati
Mujahid tewas di medan perang,
Dia hidup abadi,
Bermandikan rahmat Tuhan.
Jangan dianggap mati,
Meski nyatanya demikian,
Jangan ragukan kekasih hati,
Ada firman Tuhan.
Jangan sebutkan mati,
Meski nyawa sudah tiada,
Dia hidup di sisi Ilahi,
Senantiasa bersukaria.
(Al-Quran (Surah Ali Imran: 169-170).
Dia hidup abadi,
Bermandikan rahmat Tuhan.
Jangan dianggap mati,
Meski nyatanya demikian,
Jangan ragukan kekasih hati,
Jangan sebutkan mati,
Meski nyawa sudah tiada,
Dia hidup di sisi Ilahi,
Senantiasa bersukaria.
(Al-Quran (Surah Ali Imran: 169-170).
(Q
Senin, 22 Oktober 2012
Berjalan kaki 5,700km untuk tunaikan haji
SARAJEVO – Seorang lelaki Islam Bosnia yang berjalan kaki untuk menunaikan ibadah haji di Mekah pada tahun lalu memberitahu agensi berita AFP bahawa dia tiba di kota suci tersebut selepas merentasi tujuh buah negara termasuk Syria yang kini dilanda perang saudara.
“Saya tiba di Mekah pada Sabtu lalu. Saya tidak letih, ini merupakan hari paling bahagia dalam hidup saya,” kata Senad Hadzic menerusi satu temu bual telefon.
Lelaki berusia 47 tahun itu memberitahu, dia berjalan kaki sejauh 5,700 kilometer (km) selama 314 hari merentasi Bosnia, Serbia, Bulgaria, Turki, Syria dan Jordan untuk ke Mekah dengan membawa beg sandang seberat 20 kilogram.
Hadzic memaparkan perjalanan tersebut dalam akaun Facebook miliknya termasuk gambar dia memperoleh kad masuk dan keluar Syria yang dikeluarkan oleh kementerian dalam negeri kepada warga asing.
“Saya merentasi Syria pada April lalu. Saya berjalan sekitar 500km dalam tempoh 11 hari. Saya melintasi bandar raya Aleppo dan Damsyik serta sejumlah pos kawalan tentera rejim dan pemberontak tetapi saya tidak pernah ditahan.
“Di sebuah pos kawalan tentera Presiden Bashar Al-Assad, beberapa askar mengarahkan saya mengosongkan beg sandang saya. Apabila saya menunjukkan al-Quran dan menyatakan saya berjalan kaki ke Mekah, mereka melepaskan saya,” ujar Senad.
“Saya berjalan kerana Allah, untuk Islam, untuk Bosnia-Herzegovina, untuk ibu bapa dan saudara perempuan saya,” tambah lelaki itu.
Di laman Facebooknya, dia memberitahu, Tuhan telah menunjukkan jalan ke Mekah dalam mimpinya termasuk menuju ke kota suci itu melalui Syria dan bukan Iraq.
Semasa perjalanannya, Senad berdepan suhu sejuk antara -35° darjah Celsius di Bulgaria hingga kepanasan mencecah 44° darjah Celsius di Jordan.
Menurutnya, dia terpaksa menunggu di Istanbul selama beberapa minggu untuk mendapatkan kebenaran bagi merentasi Jambatan Bosphorus dengan berjalan kaki, selain dua bulan di sempadan Jordan dan Arab Saudi bagi mendapatkan visa untuk mengerjakan ibadah haji. – AFP
Komen: Berjalan pun boleh pergi tunaikan haj. Hidup lebih hebat kalau kreatif dan sukakan adventures.
Rabu, 17 Oktober 2012
JENIS RAMUAN UNTUK AYAM KAMPUNG
Ramuan obat tradisional dari bahan alami tumbuh-tumbuhan telah digunakan secara turun temurun oleh nenek moyang kita untuk menjaga stamina dan mengobati beberapa jenis penyakit. Ramuan tradisional tersebut sering dikenal dengan istilah jamu. Saat kini jamu tidak hanya digunakan untuk manusia saja, tetapi pemberian jamu sudah mulai dikenal di kalangan peternak unggas. Mereka memanfaatkan beberapa tanaman obat sebagai obat tradisional untuk ternaknya sebagai pengganti obat-obatan buatan pabrik yang dirasa cukup mahal terutama bagi peternak skala menengah ke bawah.
Semenjak krisis moniter sampai masa kini harga obat-obatan buatan pabrik dirasakan peternak cukup mahal. Disisi lain pengurangan dosis atau tanpa pemberian obat, vitamin maupun vaksin dalam pemeliharaan ayam KAMPUNG/BROILER akan menimbulkan suatu masalah yang cukup serius yaitu terjadi penurunan kesehatan atau bahkan terjadi peningkatan angka kematian. Hal ini akan mengakibatkan terjadi penurunan produksi sehingga tidak tercapai standart produksi yang diinginkan. Disamping harga obat cukup mahal, pemberian obat-obatan, antibiotic, hormon maupun vitamin yang berlebihan pada ayam broiler/kampung dikhawatirkan akan berpengaruh pula terhadap penurunan kualitas dagingnya, sehingga apabila dikonsumsi oleh manusia secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama dikhawatirkan akan membahayakan bagi kesehatannya.
Kelebihan dan penggunaan obat-obatan yang terus menerus dalam tubuh dapat merupakan residu dan sedikit demi sedikit akan tertimbun dalam tubuh manusia yang akhirnya dapat mengganggu kesehatan manusia. Dari kedua alasan tersebut peternak berupaya untuk mencari alternative lain sebagai pengganti obat buatan pabrik yaitu dengan memanfaatkan beberapa tanaman obat untuk diberikan kepada ternaknya. Ramuan jamu untuk ternak ini dapat dibuat sendiri dengan harga yang relatif murah. Cara dan aturan pemberiannya dapat dalam bentuk larutan yang dicampur dalam air minum atau dalam bentuk simplisia (tepung) yang dicampur kedalam ransum sebagai “feed additive” maupun “feed supplement”.
Tujuan pemberian Feed additive dalam ransum adalah untuk memperbaiki konsumsi, daya cerna serta daya tahan tubuh serta mengurangi tingkat stres pada ayam broiler/kampung. Feed additive yang ditambahkan pada umumnya menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik sebagai feed additive menghasilkan residu dalam karkas ayam kampung/ broiler. Apabila daging ayam dikonsumsi oleh manusia maka dikawatirkan akan menjadi resistensi terhadap antibiotik tersebut. Hal ini berbeda dengan sifat jamu, dimana jamu untuk ternak ini berkhasiat sebagai feed additive dan bukan merupakan antibiotik, sehingga tidak berbahaya bagi manusia, bahkan terbukti dapat meningkatkan konsumsi dan nafsu makan ayamkampung/ broiler.
Tanaman obat dan fungsinya
Indonesia terkenal sebagai negara biodeversitas yang kaya akan flora dan faunanya. Beberapa ribu jenis tanaman obat ada di Indonesia. Tanaman obat asli Indonesia sangatlah potensi untuk digunakan sebagai bahan pakan tambahan (“feed suplement”) maupun sebagai “feed additive” yang dicampur dalam air minumnya. Beberapa ahli mengatakan bahwa dengan pemberian beberapa tanaman obat seperti kunyit, bawang putih dan daun pepaya yang dicampur dengan air minum unggas, dapat terhindar dari penyakit flu burung. Disamping itu beberapa jenis tanaman obat lain berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan seperti temu lawak, lengkuas, jahe, kencur dan lidah buaya. Sedangkan pemberian tepung daun kumis kucing yang dicampurkan dalam ransumnya dikenal dapat memperlancar proses metabolisme dalam tubuh ayam sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan daya tahan tubuh ayam kampung/ broiler.
Ada beberapa tanaman obat yang berkhasiat untuk obat ternak ayam, diantaranya:
Kunyit (Curcuma domestica), yang dikenal sebagai anti oksidan, anti mikroba dan anti radang. Kunyit mengandung minyak atsiri dari golongan monoterpen dan sesquitterpen, zat warna kuning yang disebut kurkuminoid, protein, fosfor, kalium, besi dan vitamin C.
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dapat meningkatkan nafsu makan, anti oksidan, anti mikroba, anti kolesterol dan anemia. Zat gizi yang terkandung dalam temu lawak adalah kurkumin, kurkuminoid, mineral, atsiri, minyak lemak, karbohidrat dan protein. Temulawak dan kunyit bisa dikonsumsi dalam bentuk minuman guna mencegah peningkatan konsentrasi sitokin dalam tubuh akibat inveksi virus AI dengan sub tipe H5N1. Itu efektif, mengingat kandungan curcuma yang ada pada keduanya berpotensi sebagai inhibitor terhadap sintesis sitokin
Temu giring (Curcuma heyneana), biasanya digunakan untuk obat cacing
Temuireng (Curcuma aeruginosarhizome) adalah bermanfaat sebagai obat cacing dan meningkatkan nafsu makan. Dalam temuireng banyak mengandung minyak asiri, tanin dan kurkumenol.
Buah mengkudu (Morinda citrifolia) yang merupakan obat anti radang, anti alergi dan mematikan bakteri penyebab infeksi. Dalam buah mengkudu ini mengandung zat terpenoid, zat anti bacteri dan scolopetin.
Tanaman lidah buaya. Lidah buaya memiliki kandungan emodin dan scutellaria yang berfungsi sebagai antiviral. Bahan itu mampu menghancurkan enzim yang terdapat pada virus flu burung
Daun pepaya (Carica papaya, Linn). Daun pepaya ini berkhasiat sebagai obat pembunuh amuba dan sebagai obat cacing serta membantu meningkatkan nafsu makan.
Cacing (lumbricus rubellus) merupakan sumber protein sangat tinggi yaitu 76%. Manfaat dari cacing tersebut adalah adanya antibakteri dan menghambat pertumbuhan bacteri E. Colk, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan nafsu makan, sebagai obat dll.
Cara membuat jamu untuk ayam
Banyak macam cara membuat jamu, karena pada dasarnya membuat jamu jauh lebih mudah dibandingkan dengan membeli obat dari toko. Jamu hewan atau ramuan beberapa tanaman obat tersebut dapat dibuat sendiri oleh petani ternak dan harganya lebih murah dibandingkan obat pabrik, tetapi khasiatnya cukup baik untuk pencegahan maupun pengobatan pada ternak unggas. Beberapa diantaranya adalah ramuan jamu hasil pengkajian BPTP Jakarta yang berfungsi untuk pencegahan terhadap penyakit AI (flu burung/Avian Influenza).
Bahan-bahan tanaman obat yang diramu sebagai jamu untuk pencegahan penyakit flu burung adalah sbb:
Kencur (500 gram), bawang putih (500 gram), jahe (250 gram), lengkuas (250 gram), kunyit (250 gram), temulawak (250 gram), daun sirih (125 gram), kayu manis (125 gram), daun mahkota dewa, EM4 dan molasses atau gula pasir. Bahan-bahan tersebut dipotong-potong kecil kemudian digiling/dibelender dan ditambahkan air 5 liter, kemudian disaring dan diambil ekstraknya. Ekstrak tersebut dimasukkan dalam drum besar (kapasitas 20 liter atau lebih). Tambahkan molases 500 cc, lalu tambahkan lagi dengan air sehingga campuran tersebut menjadi 20 liter, kemudian drum ditutup rapat. Selanjutnya campuran dilakukan fermentasi selama 6 hari. Setiap hari tutup drum dibuka selama 5 menit sambil diaduk. Setelah 6 hari jamu siap diberikan pada ayam. Cara pemberiannya melalui air minum dengan dosis 90 ml air jamu per 1 liter air minum setiap hari.
Ketua Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia mengatakan bahwa di Indonesia sendiri saat ini tersedia cukup banyak bahan herbal yang bisa digunakan untuk menangkal menyebarnya virus flu burung. Tanaman obat tersebut adalah lidah buaya, temulawak, dan kunyit. Sedangkan menurut peneliti dari LIPI mengatakan bahwa pemberian secara rutin jamu ternak yang terdiri atas kunyit, lengkuas, temulawak, kencur dan buah mengkudu yang diberikan pada unggas dapat berfungsi sebagai stamina yaitu untuk menyehatkan dan meningkatkan nafsu makan.
Khasiat tanaman obat juga telah dibuktikan keistimewaan tanaman obat yang mempunyai khasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan nafsu makan, sebagai obat pada berbagai macam penyakit dan mengurangi stress pada ayam. Dalam uji coba saya membuat jamu dengan ramuan dari tanaman-tanaman obat yang terdiri dari kunyit (1000 gram), temuireng (1000 gram), temulawak (1000 gram), temu giring (250 gram), mengkudu (500 gram), daun pepaya (5 tangkai) dan cacing (100 gram).
Cara membuatnya adalah sbb:
cacing direbus dengan 1 liter air sampai mendidih. Kunyit, temuireng, temugiring, temulawak dan mengkudu diparut menjadi satu, dan daun pepaya ditumbuk sampai halus. Campurkan bahan-bahan tersebut dan tambah 4 liter air bersih. Remas-remaslah semua bahan tersebut dan saring. Terakhir tambah dengan 1 liter rebusan cacing dan aduk sampai rata. Selanjutnya campuran tersebut direbus sampai mendidih dan setelah dingin dapat digunakan sebagai jamu pada ayam pedaging. Jamu tersebut dapat diberikan dengan cara mencampur ke air minum. Dalam pelaksanaannya pemberian jamu dilakukan setelah ayam berumur 16 hari sampai panen. Pemberian dilakukan tiga hari berturut-turut selanjutnya diselang dengan air putih.
Manfaat dan Hasil
Dari hasil penelitian saya maupun pendapat orang 2 yang sudah sukses berkecimpung di dunia ayam kampung/broiler dapat di simpulkan bahwa ternyata pemberian jamu atau tanaman obat yang dicampurkan baik dalam ransum pakannya maupun air minum ayam dapat bermanfaat atau berkhasiat untuk:
(1). meningkatkan daya tahan tubuh ayam
(2). meningkatkan pertumbuhan berat badan ayam
(3). mengurangi tingkat kematian dan jumlah ayam yang sakit
(4) meningkatkan pendapatan peternak
(5).mendapatkan ayam non kolesterol karena lemak yang dihasilkan berkurang
(6). mendapatkan karkas ayam yang berbau dan warna yang segar dan
(7). mengurangi bau kotoran ayam (ammonia). Manfaat lain yang diperoleh adalah harga jamu tersebut lebih murah, menjaga stamina tubuh, menambah nafsu makan, mencegah serta mengobati beberapa penyakit seperti penyakit gangguan pernafasan (Snot dan CRD), koksidiosis, diare maupun feses hijau dan menghindarkan unggas dari serangan virus flu burung (Avian Influenza/AI).
Dan kenyataannya Manfaat dari khasiat jamu untuk ternak sudah lama diteliti oleh beberapa peneliti. Salah satu dilakukan oleh Ibu tatik, sebagai seorang peneliti dan juga sebagai peternak ayam di salah satu kampung di Jombang Jatim. Beliau meramu tanaman obat-obatan yang terdiri dari buah cabe jawa (Piper retrofractum Vahl), ekstrak rimpang temu lawak (Curcuma xanthorriza Roxb), ekstrak rimpang temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb), bubuk rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum, Val), madu lebah, gula tebu sebagai pengawet alamiah, dan air. Ramuan tersebut diberikan pada ayam sebagai penangkal unggas terhadap penyebaran flu burung. Dalam uji cobanya, beliau memasukkan ayam mati yang terinveksi flu burung di sekitar kandangnya. Dari hasil uji cobanya didapatkan ayam-ayam yang diberi jamu hasil ramuannya ternyata semua ayam perlakuannya itu lolos alias tidak terinveksi flu burung. Hasil uji cobanya kemudian diselidiki lebih teliti lagi oleh Balai Veteriner Blitar, . Dan ternyata hasilnya positip. Ayam-ayam yang diberi jamu tersebut memberi respon positip terhadap pertumbuhan ayam,mempunyai stamina ayam yang lebih baik (jarang sakit dan mortalitas rendah), lemak karkas sangat rendah, aroma daging dan telur tidak amis, warna kuning telur lebih oranye/skor diatas 7, serta bau kotoran ayam (ammonia) di sekitar kandang jauh lebih berkurang.
Demikian juga dari hasil uji coba yang telah kami lakukan Dari hasil uji cobaterhadap ayam-ayam yang diberi jamu hasil ramuannya didapatkan hasil sbb:
A . Perbedaan produktivitas ayam yang diberi jamu dan tanpa jamu dengan masa pemeliharaan 32 hari
AYAM YANG DI BERI JAMU
komponen:
1. Jumlah ayam yang dipelihara : 100 ekor
2. Mortalitas : 1%
3. Ayam hidup : 99 Ekor
4. Bobot rata-rata : 1,76 kg
5. Konsumsi pakan/ekor : 2,53 kg
6. FCR : 1,494
7. Indeks per formans : 363,9
8. Performans : Pertumbuhan bulu lebih mengkilat, Penampilan lebih lincah
keuntungan : Rp. 288.050
AYAM TANPA DI BERI JAMU
Komponen:
1. Jumlah ayam yang dipelihara : 100 ekor
2. Mortalitas : 3%
3. Ayam hidup : 97 Ekor
4. Bobot rata-rata : 1,62 kg
5. Konsumsi pakan/ekor : 2,58 kg
6. FCR : 1,587
7. Indeks per formans : 316,5
8. Performans : 0
keuntungan : Rp. 99.825
Lumayan kan ,so what you think about that,,,,! selamat mencoba
By: Asgindo Farm With Aba Naufval Farm
Selasa, 09 Oktober 2012
Tukar Link
Halaman ini sengaja saya buat dikhususkan untuk bertukar link dengan sobat-sobat semua
Apa sih keuntungan dari Tukar Link ?
- Ranking blog sobat di search engine akan meningkat
- Menambah jumlah pengunjung / visitor
- Mendapatkan backlink dari blog lain
- Dapat meningkatkan pagerank pada blog sobat
- Mempererat pertemanan antar sesama blogger
Website URL : http://abanauval.blogspot.com/Atau sobat bisa pasang di side bar dengan cara copy paste kode berikut :
Website Title : Berternak Ayam Kampung
<a target="_blank" href="http://abanauval.blogspot.com/" title="Berternak Ayam Kampung">Berternak Ayam Kampung</a>Jika sobat telah memasang link saya, silahkan konfirmasi dengan cara menulis komentar di page ini.
Senin, 08 Oktober 2012
4 TAHAP MENDIDIK ANAK IKUT SUNNAH RASULULLAH SAW
4 TAHAP MENDIDIK ANAK IKUT SUNNAH RASULULLAH SAW
-------------------------- ------------------------------------------
PERTAMA
Umur 1-7 tahun. Pada masa ini, Rasulullah s.a.w menyuruh kita utk memanjakan, mengasihi dan menyayangi anak dengan kasih sayang yg tidak berbatas. Biarkan anak-anak bermandikan kasih sayang pada tahap ini.
KEDUA
Umur 7-14 tahun. Pada masa ini Rasulullah s.a.w menyuruh kita untuk mula menanamkan DISIPLIN kepada anak-anak dengan mengajar dan menyuruh mereka untuk mengerjakan solat. Bahkan apabila umurnya sudah sepuluh tahun, seorang ayah boleh memukul anaknya jika enggan mengerjakan solat.
Berdasarkan pakar-pakar jiwa anak, sememangnya pada umur 7-14 tahun ini masa terbaik untuk menanamkan disiplin dan pembentukan sahsiah seorang anak. Pada fasa inilah seorang ayah akan menjadikan anak itu seorang muslim atau Yahudi, Nasrani dan Majusi seperti yang dikatakan oleh Rasulullah s.a.w dalam hadisnya bahawa setiap anak yang lahir dalam keadaan suci. Maka, ayah dan ibulah yang akan mencorakkannya.
KETIGA
Umur 14-21 tahun. Pada masa ini orang tua sudah MENUKAR penanaman disiplin dengan cara yang agak KERAS kepada yang RASIONAL. Orang tua sudah semestinya mendidik anak dengan cara menjadikannya sahabat dalam berdiskusi, mengajaknya ikut dalam membincangkan masalah keluarga dan diberikan satu-satu tanggungjawab dalam hal-hal tertentu di rumah. Hal ini penting agar anak berasa dirinya punyai tanggungjawab mengambil berat hal-hal dalam keluarga.
KEEMPAT
Umur lebih 21 tahun. Pada masa ini, orang tua sudah boleh melepaskan anaknya untuk belajar menempuh hidup akan tetapi tetap melihat perkembangannya dan memberikan nasihat serta peringatan-peringatan apabila anak tersalah atau terlupa.
Dalam kehidupan kita sebagai muslim, kadang-kadang pendidikan yang diajar oleh Rasul itu tidak benar-benar diamalkan, bahkan ramai yang tidak mengamalkannya sama sekali.
Ada orang tua yang terlalu memanjakan anak sehingga umur 14 tahun dan baru mula mengajar dan menyuruhnya solat pada usia mereka 15 tahun sehingga mereka bukan sahaja enggan melakukannya malah marah kepada ibu bapanya. Jika kewajipan yg tertinggi (iaitu solat) yang telah diperintahkan Yang Maha Agung diabaikan apatah lagi dengan perintah dan suruhan orang lain termasuk ibu bapanya.
Kesimpulannya, masalah disiplin dan jenayah remaja dan pelajar muslim berkemungkinan terjadi kerana rapuhnya pendidikan iman dan cara didikan yang salah. Sebahagian ibu bapa menafikan hal ini kerana mereka tidak sedar kekerasan dan cara pendidikan yg mereka terapkan kepada anak-anak adalah secara membuta tuli tanpa melihat perkembangan umur anak-anak sehingga anak terasa dizalimi dan seterunya membesar dengan perasaan marah dan dendam kepada ibu bapa.
Umur 7-14 tahun. Pada masa ini Rasulullah s.a.w menyuruh kita untuk mula menanamkan DISIPLIN kepada anak-anak dengan mengajar dan menyuruh mereka untuk mengerjakan solat. Bahkan apabila umurnya sudah sepuluh tahun, seorang ayah boleh memukul anaknya jika enggan mengerjakan solat.
Berdasarkan pakar-pakar jiwa anak, sememangnya pada umur 7-14 tahun ini masa terbaik untuk menanamkan disiplin dan pembentukan sahsiah seorang anak. Pada fasa inilah seorang ayah akan menjadikan anak itu seorang muslim atau Yahudi, Nasrani dan Majusi seperti yang dikatakan oleh Rasulullah s.a.w dalam hadisnya bahawa setiap anak yang lahir dalam keadaan suci. Maka, ayah dan ibulah yang akan mencorakkannya.
KETIGA
Umur 14-21 tahun. Pada masa ini orang tua sudah MENUKAR penanaman disiplin dengan cara yang agak KERAS kepada yang RASIONAL. Orang tua sudah semestinya mendidik anak dengan cara menjadikannya sahabat dalam berdiskusi, mengajaknya ikut dalam membincangkan masalah keluarga dan diberikan satu-satu tanggungjawab dalam hal-hal tertentu di rumah. Hal ini penting agar anak berasa dirinya punyai tanggungjawab mengambil berat hal-hal dalam keluarga.
KEEMPAT
Umur lebih 21 tahun. Pada masa ini, orang tua sudah boleh melepaskan anaknya untuk belajar menempuh hidup akan tetapi tetap melihat perkembangannya dan memberikan nasihat serta peringatan-peringatan apabila anak tersalah atau terlupa.
Dalam kehidupan kita sebagai muslim, kadang-kadang pendidikan yang diajar oleh Rasul itu tidak benar-benar diamalkan, bahkan ramai yang tidak mengamalkannya sama sekali.
Ada orang tua yang terlalu memanjakan anak sehingga umur 14 tahun dan baru mula mengajar dan menyuruhnya solat pada usia mereka 15 tahun sehingga mereka bukan sahaja enggan melakukannya malah marah kepada ibu bapanya. Jika kewajipan yg tertinggi (iaitu solat) yang telah diperintahkan Yang Maha Agung diabaikan apatah lagi dengan perintah dan suruhan orang lain termasuk ibu bapanya.
Kesimpulannya, masalah disiplin dan jenayah remaja dan pelajar muslim berkemungkinan terjadi kerana rapuhnya pendidikan iman dan cara didikan yang salah. Sebahagian ibu bapa menafikan hal ini kerana mereka tidak sedar kekerasan dan cara pendidikan yg mereka terapkan kepada anak-anak adalah secara membuta tuli tanpa melihat perkembangan umur anak-anak sehingga anak terasa dizalimi dan seterunya membesar dengan perasaan marah dan dendam kepada ibu bapa.
Ulasan: Ya Allah, jadikan anak-anak kami orang yang berpegang kepada agamaMu, Islam dan membantu agamaMu.
Langganan:
Postingan (Atom)

